“Mencintai orang itu mudah. Menahan perasaan yang melebihi semestinya, itu yang sangat sulit”
Sejuta Alasan “Jika aku mencintaimu karena sifatmu yang ceria Menjadi semangat yang menyala dalam dada Kemudian aku bertanya,  Bila keceriaan itu kelam dirundum duka Seberapa muram cintaku padamu nantinya?  Jika aku mencintaimu karena kecantikanmu Meredupkan pandangan di mataku Kemudian aku bertanya, Saat kecantikan itu memudar ditempuh usia Seberapa pudarkah kelak cintaku kan ada?  Jika aku mencintaimu karena keramahanmu Memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu Kemudian aku bertanya, Kiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka Seberapa mampu cintaku memendam praduga?  Jika aku mencintaimu karena cerdasnya dirimu Membuatku yakin pada setiap pekerjaanmu Kemudian aku bertanya, Ketika kecerdasan itu hilang meniti usia Seberapa bijak cintaku untuk tetap bersama?  Jika aku mencintaimu karena kemandirianmu Menyematkan rasa banggaku padamu Kemudian aku bertanya, Di saat sifatmu yang manja menjengah Seberapa besar cintaku padamu untuk dibanggakan?  Jika aku mencintaimu karena tegarnya sikapmu Menambatkan rasa kagumku pada utuhnya pertahananmu Kemudian aku bertanya, Andai ketegaran itu rapuh diterpa badai Seberapa kuat cintaku yang tinggal?  Jika aku mencintaimu karena pengertian yang kau berikan Menumbuhkan ketenangan dengan kepercayaan yang kau tanam Kemudian aku bertanya, Kelak pengertian itu ditelan ego sesaat Seberapa banyak mampu ku mengerti tanpa syarat?  Jika aku mencintaimu karena luasnya kesabaranmu Menambah dalamnya rasa cinta semakin ku mengenalmu Kemudian aku bertanya, Mungkin kesabaran itu mencapai batasnya, Seberapa besarkah cintaku mampu memaafkan?  Jika aku mencintaimu karena keteguhan iman yang kau punya Bagai siradj yang benderang mengantarkan cahaya Kemudian aku bertanya, Kala iman itu jatuh merundum Seberapa banyak sisa cinta yang terangkum?  Jika aku mencintaimu karena engkau lah yang telah kupilih Yang kan kupegang sepanjang hayat Kemudian aku bertanya, Saat hati ini tergoncang Seberapa mantapkah cinta ini untuk tetap setia? Biarpun sejuta alasan Tetap tidak mungkin cukup Membuat cintaku tetap bersamamu  Melainkan jika aku mencintaimu karena Ilahi  Karena Dia kan selalu ada Untuk menjaga keutuhan cinta ini Hingga kelak ku tak mampu lagi mencintaimu Karena cintaku… berpulang padaNya.”

Sejuta Alasan

Jika aku mencintaimu karena sifatmu yang ceria
Menjadi semangat yang menyala dalam dada
Kemudian aku bertanya, 
Bila keceriaan itu kelam dirundum duka
Seberapa muram cintaku padamu nantinya? 
Jika aku mencintaimu karena kecantikanmu
Meredupkan pandangan di mataku
Kemudian aku bertanya,
Saat kecantikan itu memudar ditempuh usia
Seberapa pudarkah kelak cintaku kan ada? 
Jika aku mencintaimu karena keramahanmu
Memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu
Kemudian aku bertanya,
Kiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka
Seberapa mampu cintaku memendam praduga? 
Jika aku mencintaimu karena cerdasnya dirimu
Membuatku yakin pada setiap pekerjaanmu
Kemudian aku bertanya,
Ketika kecerdasan itu hilang meniti usia
Seberapa bijak cintaku untuk tetap bersama? 
Jika aku mencintaimu karena kemandirianmu
Menyematkan rasa banggaku padamu
Kemudian aku bertanya,
Di saat sifatmu yang manja menjengah
Seberapa besar cintaku padamu untuk dibanggakan? 
Jika aku mencintaimu karena tegarnya sikapmu
Menambatkan rasa kagumku pada utuhnya pertahananmu
Kemudian aku bertanya,
Andai ketegaran itu rapuh diterpa badai
Seberapa kuat cintaku yang tinggal? 
Jika aku mencintaimu karena pengertian yang kau berikan
Menumbuhkan ketenangan dengan kepercayaan yang kau tanam
Kemudian aku bertanya,
Kelak pengertian itu ditelan ego sesaat
Seberapa banyak mampu ku mengerti tanpa syarat? 
Jika aku mencintaimu karena luasnya kesabaranmu
Menambah dalamnya rasa cinta semakin ku mengenalmu
Kemudian aku bertanya,
Mungkin kesabaran itu mencapai batasnya,
Seberapa besarkah cintaku mampu memaafkan? 
Jika aku mencintaimu karena keteguhan iman yang kau punya
Bagai siradj yang benderang mengantarkan cahaya
Kemudian aku bertanya,
Kala iman itu jatuh merundum
Seberapa banyak sisa cinta yang terangkum? 
Jika aku mencintaimu karena engkau lah yang telah kupilih
Yang kan kupegang sepanjang hayat
Kemudian aku bertanya,
Saat hati ini tergoncang
Seberapa mantapkah cinta ini untuk tetap setia?

Biarpun sejuta alasan
Tetap tidak mungkin cukup
Membuat cintaku tetap bersamamu 
Melainkan jika aku mencintaimu karena Ilahi 
Karena Dia kan selalu ada
Untuk menjaga keutuhan cinta ini
Hingga kelak ku tak mampu lagi mencintaimu
Karena cintaku… berpulang padaNya
.
Taken with instagram
Taken with instagram
wowfunniestposts:

CLICK HERE to see more funny blogs
wowfunniestposts:

FOLLOW Wow Funniest Posts